Hari ini Jambi melaksanakan Tes CPNS

Peserta Dilarang Bawa Ponsel ke Ruang Ujian

JAMBI – Hari ini (29/11), ujian tertulis seleksi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) digelar serentak di Pemprov dan kabupaten/kota di Jambi. Untuk mengantisipasi perjokian atau kejadian lain yang dapat mengganggu ujian, panitia menerjunkan ratusan pengawas. Selain itu, Satpol PP dan aparat kepolisian juga dilibatkan. Di Pemprov Jambi, misalnya, panitia mengaku, persiapan pelaksanaan tes tertulis semua sudah klir. “Kita sudah melakukan rapat terakhir persiapan tes tertulis pada Kamis (26/11), sekarang kita tinggal menunggu hari-H saja,” kata Kepala Biro Kepegawaian Pemprov Jambi Husnaini kemarin.

Menurut Husnaini, ada sekitar sepuluh gedung Pemda yang digunakan untuk ujian tertulis di lingkungan Pemprov Jambi, di antaranya Gedung Olahraga (GOR), Gedung Olah Seni (GOS), Akademi Farmasi di Kotabaru, Diklat STIE, Kesbanglinmas, Hall Olahraga Mayang, Gedung PDK Provinsi Jambi, Gedung PU, Museum Negeri Jambi, dan beberapa gedung milik daerah lainnya.

Ada penanggung jawab tes di tiap gedung. Asisten I Setda Provinsi Jambi Fahrurozi, misalnya, bertanggung jawab atas pelaksanaan tes CPNS di GOR. Lalu Asisten II Zubaidir bertanggung jawab pada pelaksanaan di GOS. “Kita juga melibatkan kepala dinas, staf mereka, pegawai BKD, hingga Satpol PP,” jelasnya.

Namun Husnaini tidak menyebutkan angka pasti jumlah pengawas yang diterjunkan untuk mengawasi pelaksanaan CPNS kali ini. “Jumlah pasti saya lupa. Pokoknya hingga ratusan,” ujarnya.

Husnaini mengatakan, soal ujian akan tiba dari Jakarta ke Jambi hari ini (28/11). Masing-masing BKD kabupaten/kota/Provinsi akan menjemput soal tersebut di Bandara Sultan Thaha. “Kita juga melibatkan Satpol PP untuk pengamanan soal tersebut,” tambahnya.

Dari bandara, selanjutnya soal akan dibawa ke BKD masing-masing untuk disimpan hingga pelaksanaan ujian digelar. “Itu agar soal benar-benar aman, karena sifatnya sangat rahasia,” ujarnya.Bagaimana sistem penilaian dalam tes CPNS itu? Husnaini mengaku tidak tahu-menahu tentang pembuatan soal maupun sistem penilaiannya, karena langsung ditangani tim dari Universitas Indonesia (UI) yang sudah bekerja sama dengan pemerintah. “Sepenuhnya kita serahkan dengan pihak UI, mulai dari pembuatan soal hingga penilaian,” ujarnya.

Sementara itu, di Merangin, selain melibatkan Satpol PP untuk mengawasi pelaksanaan ujian, panitia juga melibatkan aparat kepolisian dari Polres Merangin. Panitia telah menetapkan sembilan lokasi tempat pelaksanaan ujian. “Setiap ruangan akan diawasi satu pengawas. Dia akan dibantu 2-3 anggota polisi dan beberapa Satpol PP,” kata Kasubbag Umum dan Kepegawaian BKD Merangin Safrizal kemarin.


Menurut dia, pada saat ujian berlangsung, panitia melarang peserta membawa ponsel. Jika kedapatan ada yang membawa ponsel, akan disita dan diamankan sementara di meja pengawas. “Jika kedapatan masih menyimpan ponsel, peserta dianggap selesai mengerjakan soal ujian,” katanya.

Kabag Ops Polres Merangin Kompol Dadang mengakui, pihaknya dilibatkan dalam pengawasan ujian tertulis CPNS Minggu besok. Pihaknya akan mengerahkan sekitar 80 personel dari berbagai kesatuan guna mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan saat tes. ”Soal tes akan dijemput di Jambi malam ini (tadi malam, red). Setelah tiba di Merangin, kemungkinan besar soal akan diamankan di Mapolres Merangin,” katanya.

Tidak jauh beda, panitia seleksi CPNS di Bungo juga akan melibatkan polisi pada pengawasan ujian tertulis. Sedikitnya 17 gedung sekolah disiapkan panitia sebagai tempat ujian. Di setiap sekolah akan ditempatkan polisi guna membantu pengawas mengantisipasi praktik perjokian.

“Kita melakukan persiapan sejak Kamis (26/11). Besok (hari ini, red) kita lanjutkan, karena masih ada peserta yang belum ambil nomor. Sesuai kesepakatan, kita beri peserta batas waktu hingga Sabtu,” kata Kasi Perencanaan Kepegawaian Bungo Haris.

Menurut dia, soal ujian diperkirakan baru sampai di Bungo pada Sabtu (28/11) malam. Dalam perjalanan dari Jambi, soal tersebut dikawal polisi dibantu petugas Satpol PP dan panitia. Mengenai jumlah pengawas yang diterjunkan, menurut Haris, akan disesuaikan jumlah peserta ujian.

Di Batanghari, panitia juga berjanji akan melakukan pengawasan ekstraketat saat tes. Namun tidak disebutkan rinci berapa jumlah pengawas yang diterjunkan. BKD Batanghari hanya mengimbau peserta ujian agar tidak memercayai calo.

Sekretaris BKD Batanghari Zukri mengatakan, panitia telah menyiapkan 107 lokal yang tersebar di sepuluh sekolah di Muarabulian untuk pelaksanaan ujian. “Nanti pada waktu ujian, akan diawasi guru dari masing-masing sekolah, pihak Inspektorat, dan utusan dari UI,” ujarnya. (ctr/viz/lis/dwy)

sumber: Koran Jambi Independent

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.